Tanjung Selor – Jajaran pimpinan dan Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Kalimantan Utara menghadiri kegiatan Pembinaan Daerah oleh Yang Mulia Hakim Agung Mahkamah Agung Republik Indonesia bagi Badan Peradilan di Bawah Mahkamah Agung RI Se-Wilayah Hukum Kalimantan Utara pada Selasa, 29 September 2026. Agenda strategis peningkatan kapasitas yudisial dan pengawasan ini diselenggarakan di Aula Gedung Pengadilan Tinggi Kalimantan Utara, Jalan Jelarai Raya, Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan.
Hadir secara langsung dari PTA Kalimantan Utara, Ketua PTA Kaltara, Drs. Moh. Khazin, M.H.E.S., didampingi Wakil Ketua serta seluruh Hakim Tinggi PTA Kalimantan Utara, bersama pimpinan dan aparatur dari lingkungan peradilan umum serta peradilan agama sewilayah Provinsi Kalimantan Utara.
Kegiatan pembinaan terpadu ini dihadiri langsung oleh delegasi pimpinan dan tim Mahkamah Agung RI, yaitu:
-
Hakim Agung Kamar Perdata, YM. Dr. Drs. Muhammad Yunus Wahab, S.H., M.H.
-
Hakim Agung Kamar Pidana, YM. Dr. Soesilo, S.H., M.H.
-
Hakim Agung Kamar Pidana, YM. Sutarjo, S.H., M.H.
-
Hakim Yustisial/Panitera Pengganti Kamar Pidana Kepaniteraan MA RI, Bayu Ruhul Azam, S.H., M.H.
-
Kepala Sub Bagian Kesekretariatan Ketua Kamar Pidana Militer, Ariyansyah, S.H., M.H.
Dalam materi pembinaannya, para Yang Mulia Hakim Agung memberikan arahan fundamental terkait penguatan integritas aparatur peradilan, konsistensi penerapan hukum materiil maupun formil, penyeragaman pemahaman teknis yudisial, serta akselerasi modernisasi penanganan perkara berbasis teknologi informasi di pengadilan tingkat banding dan tingkat pertama. Para narasumber juga menegaskan pentingnya menjaga marwah peradilan melalui kepatuhan ketat terhadap Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) serta pengawasan berjenjang yang efektif.

Kehadiran jajaran pimpinan dan Hakim Tinggi PTA Kalimantan Utara pada agenda ini menegaskan komitmen penuh peradilan agama tingkat banding di Bumi Benuanta untuk terus menyelaraskan visi dan misi Mahkamah Agung menuju terwujudnya Badan Peradilan Indonesia yang Agung.
Acara pembinaan daerah berlangsung khidmat dan interaktif, diisi dengan sesi diskusi teknis hukum, penegasan komitmen integritas aparatur, serta sesi foto bersama seluruh jajaran pimpinan dan peserta pembinaan.





